Ilmu Bedah

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 16 November 2014 , oleh bedah.ppds

Sebagai cikal bakal pendidikan Ahli Bedah di Malang, maka sejak tahun 1960 di Rumah Sakit Tjelaket (sekarang RS dr. Saiful Anwar) Malang, telah dirintis oleh almarhum dr. Gilbert Djauhar.Pendidikan dokter ahli bedah pada saat itu belum ada peraturan-peraturan yang mengatur pendidikan keahlian tersebut, sehingga pendidikan “profesi” tersebut lebih banyak bergantung kepada nama besar gurunya, bukan institusinya. Telah dihasilkan 2 (dua) ahli bedah yaitu dr. Tedja Sindharta pada tahun 1967 dan dr. Muh. Anwar pada tahun 1971. Ikatan Ahli Bedah Indonesia sebagai organisasi ahli bedah di Indonesia merasa terpanggil untuk membenahi pendidikan keahlian tersebut di seluruh Indonesia. Sehingga dibentuk Kolegium yang bertujuan membuat standarisasi pendidikan tersebut. Langkah pertama adalah mengadakan ujian nasional bagi para calon ahli bedah seluruh Indonesia untuk periode selanjutnya. melalui ujian tersebut, dihasilkan lulusan : – dr. Widanto Hardjowasito lulus tahun 1973, dengan menjalani pendidikan “finishing touch” di FK Universitas Indonesia selama satu tahun terlebih dahulu. – dr. Martopo Marnadi lulus tahun 1974, dengan menjalani pendidikan “finishing touch” di FK Universitas Diponegoro selama satu tahun terlebih dahulu. – dr. Anung Wibowo lulus tahun 1977, setelah menjalani “finishing touch” di universitas Airlangga selama 2 tahun. Pada tahun 1978 telah diterbitkan katalog Pendidikan Ahli Bedah seluruh Indonesia oleh Consortium Health Science/Depdikbud bagi seluruh pusat-pusat pendidikan di Indonesia. Hal tersebut ditindak lanjuti dengan mengadakan visitasi di semua pusat pendidikan, termasuk FK Unibraw/RSUD dr.Saiful Anwar Malang. Pada saat itu ditentukan bahwa bagian bedah RSUD dr.Saiful Anwar/FK Unibraw Malang ditunjuk sebagai tempat pendidikan pendahuluan selama lima semester (dari sembilan semester pendidikan), yang pendidikan lanjutan bisa dilaksanakan di pusat-pusat lain yang dipilih. Dari hasil pendidikan pendahuluan tersebut, telah dihasilkan : – 2 ahli bedah – pendidikan finishing di FK Universitas Indonesia – 10 ahli bedah – pendidikan finishing di FK Universitas Airlangga Setelah konsorsium Ilmu Kesehatan mengadakan visitasi lagi pada permulaan tahun 1991, maka akhirnya dikeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 45/Dikti/Kep/1991 tertanggal 29 Juli 1991, yang memutuskan membentuk Program Studi Ilmu Bedah pada Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS I) di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Berarti sejak adanya SK tersebut, kami dapat mendidik secara penuh para peserta program. Pada waktu itu masih ada tiga peserta program, dimana kami beri kesempatan memilih tetap melanjutkan pendidikan di Malang atau di Surabaya. Dua peserta memilih ke Surabaya, sedangkan satu peserta (dr. Wisnubroto) tetap ingin melanjutkan pendidikan di Malang. Alhamdulillah, setelah menjalani ujian nasional tanggal 29 Oktober 1994 dimana tim penguji dipimpin oleh Ketua Kolegium sendiri yaitu Dr.Surarso Hardjowasito dari Jakarta, dr.Wisnubroto telah berhasil lulus dengan baik.