Kardiologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 12 June 2015 , oleh admin ppds cardio , pada kategori Agenda Kegiatan, Berita, Pengumuman

I.          LATAR BELAKANG

Klasifikasi pada arteri koroner sampai saat ini masih merupakan problem yang sering dihadapi oleh intervensionis kardiologi. Hal ini terkait dengan tingkat keberhasilan yang rendah dikarenakan plak arterosklerosis tetap berada arteri walaupun setelah didilatasi dengan balon. Pengambilan secara fisik terhadap plak dari dalam arteri koroner dapat meningkatkan hasil baik secara prosedural maupun klinis. Dari suatu laporan disebutkan bahwa 72% pasien dengan penyakit jantung koroner simptomatik pada usia 30 sampai 39 tahun terdapat kalsifikasi.

Ada tiga alat yang dikembangkan untuk tujuan ini, akan tetapi hanya Rotablator (Rotational Atherectomy) dengan kecepatan tinggi yang masih digunakan sampai sekarang. Directional atherectomy catheter (DCA) digunakan untuk penyakit vaskuler perifer, dan kateter ekstraksi transluminal sudah tidak digunakan lagi.

Tindakan PCI menggunakan rotablator  merupakan pekerjaan yang menantang sehingga memerlukan kejelihan dan kecermatan seorang operator. Beberapa era telah dilalui, berbagai klasifikasi dan teknik telah dikembangkan untuk memperoleh hasil yang maksimal

Dalam rangka tersebut di atas, kami bermaksud mengadakan PCI Workshop dan diskusi kasus dengan para dokter ahli jantung dari Jakarta mengenai penggunaan rotablator pada PCI .Dengan workshop ini diharapkan dapat meningkatan kemampuan serta ketrampilan para dokter intervensionis kardiologi di malang sehingga dapat meningkatkan angka keberhasilan tindakan serta menurunkan resiko komplikasi saat tindakan maupun setelah tindakan kateterisasi.

II.         TUJUAN

Tujuan dari kegiatan PCI Workshop ini adalah :

  1. Menambah informasi mengenai teknik-teknik terbaru dalam menangani kasus-kasus kalsifikasi arteri koroner
  2. Meningkatkan keterampilan, keahlian dan kepercayaan diri.

III.        MATERI

“PCI Procedure Againts Calcified Coronary Artery Disease”

 

IV.        METODE

- Kuliah diskusi

- Review Kasus

- Alih ketrampilan (Workshop)

V.         KAJIAN ASPEK ETIK

PCI workshop ini adalah dalam rangka alih ilmu pengetahuan dan teknologi guna pengembangan pendidikan dan pelatihan.  Tim Interventsi Jantung RSUD Dr. Saiful Anwar akan mengadakan kuliah, diskusi dan PCI Workshop mengenai bagaimana “tips and trick” dalam penggunaan rotablator pada PCI. Adanya kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, keahlian serta membangun networking dengan para ahli intervensi dari Jakarta yang sudah berpengalaman dalam kasus kasus kompleks. Dengan adanya workshop ini diharapkan kepercayaan diri dari tim Intervensi Jantung RSUD Dr. Saiful Anwar juga akan semakin bertambah dengan meningkatnya ilmu serta keterampilan dari hasil workshop ini.

Tindakan Intervensi Non-Bedah (Percutaneous Coronary Intervention / PCI) yang akan dilakukan di RSUD Dr. Saiful Anwar pada kasus-kasus kalsifikasi pada arteri koroner. Sebelum melakukan tindakan medis, pasien-pasien akan dimintakan persetujuan mengenai dilakukan tindakan ini, dan pasien berhak menolak dilakukan tindakan medis tersebut kapan saja dan tidak ada dispensasi terhadap penolakan tersebut.

 

 VI.        TEMPAT DAN WAKTU PENYELENGGARAAN

Tempat            :  RSUD Dr. Saiful Anwar

Pelaksanaan   : 12-13 Juni 2015.

 

VII.       JADWAL ACARA     :

Jum’at12 Juni 2015

08.00-09.00     Lecture Tentang Basic Rotablator

09.00-10.30     Workshop 1

10.30-12.00     Workshop 2

12.00-13.00     ISHOMA

13.00-selesai  Diskusi Kasus

19.00-21.00     Makan malam

Sabtu, 13 Juni 2015

08:00- 10:00    Workshop 3

10:00-11:00     ISHOMA

13.00- Selesai Penutup

VIII.      SEKRETARIAT

            Lab / SMF Jantung & Pembuluh Darah FK UB / RSU Dr. saiful Anwar

Jl. Jaksa Agung Soeprapto 2 Malang

Telp / Fax : 0341 346818, Email : kardio_rssa@yahoo.com

IX.        PESERTA

  1. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
  2. Tenaga Medis di SMF Jantung dan Pembuluh Darah RS Saiful Anwar Malang

Jumlah peserta diperkirakan 80 orang dokter

X.         SUMBER DANA

  1. Sponsorship oleh PT Boston Scientific Indonesia
  2. Rumah Sakit Saiful Anwar Malang