Kardiologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 11 Mei 2015 , oleh admin ppds cardio , pada kategori Agenda Kegiatan, Berita, Pengumuman

Latar belakang

Indonesia telah memasuki era sistem baru sistem kesehatan nasional.  Saat ini, semua penduduk Indonesia terlibat dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Penetapan tarif rumah sakit berdasarkan Indonesia Case Base Group (INA-CBGs) merupakan dasar penerapan kebijakan sistem pembayaran pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia. INA-CBGs merupakan sistem pembayaran berdasarkan tarif pengelompokan diagnosis yang memiliki kedekatan secara klinis dan homogenitas sumber daya yang digunakan, dan merupakan metode pembayaran pelayanan kesehatan prospektif berdasarkan perbedaan dalam bauran casemix. Casemix INA-CBGs merupakan suatu pengelompokan klasifikasi dari episode perawatan pasien yang dirancang untuk menciptakan kelas-kelas yang relatif homogn dalam sumber daya digunakan dan berisikan pasien-pasien dengan karakteristik klinis yang sejenis.

Penerapan INA-CBGs akan memaksa rumah sakit utuk melakukan peningkatan kendali mutu dan biaya sehingga rumah sakit dapat menjadi efisien dalam perawatan pasien tanpa mengurangi mutu pelayanannya. Program pemeirintah yang terus dikembangkan ini, diyakini akan semakin meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk serta peningkatan kesadaran penduduk Indonesia akan pentingnya kesehatan diri dan keluarganya. Di sisi lain, rumah sakit selaku provider pelayanan kesehatan masih dibayangi kekhawatiran akan kerugian. Kerugian tersebut berupa nilai klaim yang lebih rendah daripada nilai biaya tarif rumah sakit. Tuntutan utama dalam kelancaran penerapan INA-CBGs terletak pada kondisi nilai mutu tertib administrasi terutama kelengkapan rekam medis pasien, karena pengelompokan diagnosis sangat tergantung pada informasi diagnosis yang tercatat di dalam rekam medis.

Bedasarkan fakta di atas, maka SMF jantung dan pembuluh darah berencana melaksanakan kegiatan ”pelatihan pengisian rekam medis dan BPJS” demi mensukseskan kelancaran pelayanan kesehatan di RSSA Malang.

Tujuan

  1. Memberikan bekal bagi pada anggota SMF dan peserta didik PPDS jantung dan pembuluh darah FKUB-RSSA dalam pengisian rekam medis dan casemix.
  2. Menyamakan persepsi mengenai penerapan pengisianICD IX dan ICD X terkait INA-CBGs

Manfaat

  1. Memperlancar proses pelayanan kesehatan di RSSA.
  2. Menghindarkan rumah sakit dari kerugian.

Peserta

  1. Anggota SMF jantung dan pembuluh darah FKUB-RSSA
  2. Peserta didik PPDS jantung dan pembuluh darah FKUB-RSSA (Angkatan 4 ke bawah)

Waktu dan tempat pelaksanaan

Rabu, 29 April 2015 di Ruang MR SMF jantung dan pembuluh darah RSSA

Susunan acara 

NO

JAM

URAIAN KEGIATAN

KETERANGAN

1

12.15- 12.30

Persiapan dan Absensi

2

12.30 – 12.40

Sambutan Kepala SMF Jantung & Pembuluh Darah Dr Sasmojo Widito, SpJP(K)

3

12.40 – 13.00

Materi I: Pelayanan Pasien Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah Di Era JKN Dr. Pawik Supriadi SpJP(K)

4

13.00 – 13.15

Materi II: Prosedur Penetapan Case Mix By Case Drg. Medina Wulandari

5

13.15 – 13.30

Materi III: Prosedur Pengisian Rekam Medis (Poli, IRNA Dan IPU) Drg. Retty Suryaningsih

6

13.30 – 13.45

Materi IV: Prosedur Pengajuan Klaim BPJS Pasien Jantung Dr. Ardi

7

13.45 – 14.00

Materi V: SPO Rawat Inap Pasien Jantung Endahjati U.

8

14.00 – 14.40

Tanya Jawab dan Diskusi Panitia

9

14.45 – 15.00

Penutupan dan Doa