Kardiologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 27 January 2014 , oleh angga

Sejarah Berdirinya

Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UB-RSSA

  • CVCU didirikantahun 1985 merupakan bagian dari Ilmu Penyakit Dalam
  • Menjadi SMF Penyakit Jantung10 Juli 2001
  • Menjadi Laboratorium Ilmu Penyakit Jantung (kardiologi) 21 Desember 2004

Sejarah Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK UB

  • Insidens penyakit kardiovaskular di Indonesia cenderung meningkat dan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) tahun 2000 penyakit ini menduduki urutan pertama penyebab kematian di Indonesia. Karena itu penyakit kardiovaskular berikut pemasalahannya sangatlah penting untuk diketahui dan dipahami dengan baik oleh para dokter khususnya dokter spesialis jantung dan pembuluh darah agar dapat dicegah dan dikelola dengan baik.Universitas Brawijaya merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri di Indonesia yang berdiri pada tahun 1963 di kota Malang melalui ketetapan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan No.1 Tanggal 5 Januari 1963, Kemudian disahkan oleh Keputusan Presiden no 196 tahun 1963. Universitas Brawijaya mempunyai visi menjadi Universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang sampai saat ini mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 60 ribu orang dari berbagai strata mulai dari program Diploma, Sarjana, Magister dan Program Doktor selain program Spesialis. Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-1 (PPDSP-1) Ilmu penyakit Jantung dan Pembuluh Darah merupakan bagian dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang mempunyai Visi menjadi institusi pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan yang terkemuka serta bertaraf internasional, bertekad menjadi yang terkemuka di tingkat nasional, regional maupun internasional.Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah harus memperhitungkan aspek-aspek medico-science dan medico-legal yang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, dan kesehatan (iptekdokkes), peningkatan kebutuhan akan pelayanan yang berkualitas, serta kesadaran hukum masyarakat yang semakin tinggi. Secara garis besar medico-science menuntut peningkatan kemampuan dalam penanganan kasus serta pengembangan ilmu penyakit jantung dan pembuluh darah secara terencana dan berlanjut, baik dalam ilmu-ilmu dasar, kekhususan, maupun dalam penerapan iptekdokkes pada sistim kesehatan nasional. Sedangkan aspek medico-legal berkaitan dengan konsistensi dan kualitas manajemen medis/klinis yang dibutuhkan dalam memberikan jaminan dan kepastian dalam pelayanan pasien, karena tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.Pendidikan profesi dokter spesialis-1 adalah pendidikan akademik profesional yang dalam penerapannya harus didasari dengan pendidikan akademik strata 2 untuk dapat melakukan analisis penyakit secara mendasar dan mempunyai kemampuan membuat penelitian yang mengacu pada ilmu-ilmu dasar dan korelasinya dengan klinis. Sehubungan dengan hal tersebut, FKUB menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Akademik Kedokteran Profesi Dokter Spesialis-1 (PAKPDSp-1) yang terintegrasi dengan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.Salah satu upaya yang dilakukan Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUB adalah penyempurnaan kurikulum Program Studi PAKPDSp-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang terencana dan terarah untuk meningkatkan mutu dan kualitas dokter spesialis penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kompetensi yang akan dicapai adalah kemampuan akademik dan profesional yang sesuai dengan standar regional maupun internasional sehingga mampu memberikan pelayanan kardiovaskular yang berkualitas di Indonesia