Emergency Medicine

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 27 January 2014 , oleh angga

No

Output Program

Kegiatan

Target

1.

Organisasi & Manajemen:
  1. Jumlah staf pengajar kurang
Staff  recruitment Penerimaan 3 staf pengajar baru
  1. Divisi:
Dibentuk seksi /divisi bidang IKE yang berjumlah 9 divisi:

  1. Emergency Cardiac Care
  2. Emergency Trauma
  3. Emergency Pre-hospital care
  4. Emergency Toxicology
  5. Disaster Medicine
  6. Airway Management
  7. Emergency Observation
  8. Emergency Pediatric Care
  9. General Emergency Medicine
  10. Divisi / seksi sudah terbentuk dan berfungsi.
  11. Minimal ada 1 staf pengajar untuk setiap seksi / divisi.
  1. Program peningkatan kualifikasi akreditasi Nasional dan Internasional untuk Prodi
    1. Pendaftaran PPDS Sp1 IKE ke DIKTI
    2. Ikut berperan dalam pengembangan IKE tingkat ASIA (ASEM)   dan dunia (IFEM) baik secara pasif dan aktif.
    3. Menghadiri kongres Emergency internaional yang diadakan oleh IFEM di Singapore
    4. PPDS I IKE terdaftar di DIKTI
    5. Seluruh staf pengajar menjadi anggota (member) Asian Society for Emergency Medicine (ASEM).
    6. Tiga orang staf menghadiri kongres (50%)
    7. Tiga orang staf menghadiri kongres (50%)
d)     Pembentukan kolegium
  1. Menerima visitasi dari kolegium lain dan MKKI,
  2.  Presentasi tentang Proposal Prodi IKE dihadapan MKKI,
  3. Terjadi minimal 2 kali visitasi
  4. Berdirinya kolegium spesialis IKE
e)      Program pengembangan teknologi informasi akademik, pembelajaran, publikasi, dan pencitraan publik Pengadaan komputer mobile

(laptop)

Pembelian 3 unit laptop
f)       Program restrukturisasi organisasi dengan seluruh komponennya Adanya rapat koordinasi antar staf pengajar minimal 1 kali/bulan Rapat koordinasi satu kali/bulan
g)      Mengembangkan sistem keuangan yang akuntabel dan transparan laporan keuangan Lab.IKE rutin disampaikan  setiap rapat koordinasi oleh bendahara Prodi. Adanya laporan keuangan yang disampaikan pada rapat koordinasi staf pengajar IKE
h)      Program pengembangan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi
  1. Akses internet berkecepatan tinggi
  2. Pembuatan situs internet (desain web) untuk Lab.IKE
  3. Pemasangan hot spot (WIFI) di lingkungan Lab.IKE dengan kecepatan 3 MB per detik
  4. Memiliki situ/alamat internet
i)        Program pengembangan infrastruktur Pembuatan kantor / ruang kerja bagi staf pengajar. Adanya  2 unit ruang kerja yang layak untuk staf pengajar IKE yang lokasinya di FKUB dan di wilayah IGD RSSA.
j)        Pendirian program studi Master / S2 Disaster Medicine, bekerjasama dengan S2 MMRS FKUB.

2.

Pendidikan:
  1. Prodi
  2. Pembuatan Silabus
  3. Pelaksanaan Kurikulum yang baru
  4. Aplikasi (Log Book)
  5. Adanya Silabus
  6. Kurikulum sudah diterapkan
  7. Adanya Log Book.
  1. Rasio dosen dan mahasiswa
  1. Kemampuan Dosen Mengajar dalam Bahasa Inggris
Kursus TOEFL bagi tiap staf pengajar yang dirasakan kemampuan berbahasa Inggris kurang. Llima orang staf pengajar ikut TOEFL
  1. Kemampuan dosen menggunakan TI / Multimedia dalam PBM
kursus komputer program Statistik. enam orang staf pengajar diikutkan kursus komputer.
  1. Program pengembangan kurikulum berbasis kompetensi
  2. Perbaikan/penyesuaian  dan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara periodik sesuai perkembangan IKE Nasional dan Internasional.
  3. Studi banding ke Malaysia / Singapore, dimana di kedua negara tersebut PPDS IKE sudah lebih dulu berkembang dibanding di Indonesia
Kurikulum yang selalu update dan dinamis dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan PPDS Sp1 IKE.
  1. Program pengembangan SDM
  2. Melanjutkan pendidikan Master / S2 sesuai bidang minat terkait.
  3. Melanjutkan pendidikan Doktor/S3 sesuai minat bidang terkait.
  4. Staf pengajar wajib mengikuti  pertemuan (kongres/simposium)Emergency tingkat Internasional minimal 1 kali / thn.
Rekomendasi : Pertemuan setiap tahun “International Symposium on Critical Care and Emergency Medicine”.

  1. Setiap staf pengajar wajib ikut kursus HAZMAT untuk  melengkapi kompetensi sebagai spesialis IKE.
  2. Setiap staf pengajar wajib ikut kursus ACLS  untuk  melengkapi kompetensi  sebagai spesialis IKE.
  3. Berlangganan 2 journal Internasional / tahun.
  4. Dua orang setiap tahun.
  1. Satu orang setiap tahun.
  1. Separoh dari jumlah staf pengajar (50%)
  1. Semua staf pengajar (100%)
  1. Semua staf pengajar (100%)
  1. Berlangganan jurnal:
  2. Journal “Annal of Emergency Medicine Journal” oleh ACEP.
  3. “Emergency Medicine Journal oleh British Medical Journal.
  1. Program pengembangan kepribadian, budi pekerti, dan kepekaan sosial mahasiswa.
Mengadaan kegiatan keagamaan/sosial  untuk meningkatkan kepekaan sosial peserta didik. Adanya kegiatan keagamaan/sosial sekali dalam satu bulan.

3.

Penelitian:
  1. Penelitian mandiri
Penelitian yang bertujuan untuk menilai kinerja pelayanan instalasi gawat darurat suatu RS. Minimal satu penelitian / tahun.
  1. Penelitian dengan kerjasama regional dan Internasional
  1. Publikasi Nasional
Minimal staf pengajar presentasi atau memasukan penelitian majalah kedokteran/forum Nasional. Diterbitkannya karya penelitian staf pengajar di Majalah Kedokteran IDI atau yang sekelasnya dan atau presentasi penelitian/review/laporan kasus minimal 1 kali di forum Nasional ( seminar, pertemuan ilmiah tahunan atau PKB)
  1. Publikasi Internasional
Minimal staf pengajar presentasi satu kali di forum internasional. Presentasi penelitian di Internasional Symposium on Emergency Medicine and Critical Care.
  1. Program pengembangan penelitian dosen,
  1. Program pengembangan pohon penelitian unggulan

4.

Pengabdian Masyarakat:
  1. Program penguatan institusional kegiatan pengabdian masyarakat
  2. Revitalisasi Malang Trauma Service
  3. Mengadakan Raker Malang Trauma Service
  1. Menyusun agenda kegiatan tahun 2010
  1. Pertemuan ilmiah dan koordinasi setiap catur wulan untuk jejaring RS Saiful Anwar
Seminar Kegawatdaruratan Medis
  1. Program pelayanan masyarakat
  2. Melakukan pelayanan Ambulance Gawat Darurat yang intensif
  3. Mengadakan kursus Ambulance Protocol Course untuk para staf dan residen
  1. Stase (posting) ambulance untuk para residen
  1.  Basic Life Support (BLS) untuk masyarakat awam
  2. Memperkenalkan kegiatan BLS kepada SMU se-Kodya Malang
  1. BLS untuk Pemadam Kebakaran, SAR, dan Kepolisian

5.

Kerjasama Institusional:
  1. Kerjasama internasional
Study Tour ke Department of Emergency Medicine yang sudah berkembang baik Berkunjung ke Department of Emergency MedicineHospital UKM dan USM di Malaysia
  1. Program peningkatan partisipasi mahasiswa dalam even regional, nasional, dan internasional
Mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah di tingkat regional, Nasional, dan Internasional
  1. Berperan aktif dalam 17th International Symposium on Critical Care & Emergency Medicine, di Bali bulan Juli 2010
  1. Berperan aktif dalam 13th International Conference on Emergency Medicine (ICEM 2010) di Singapore, Juni 2010
  1. Program pengembangan kualitas dan peningkatan peran alumni dalam pengembangan kurikulum dan kelembagaan
Mengadakan pertemuan anggota kolegium Kedokteran Emergensi
  1. Menyusun agenda kegiatan tahunan kolegium KE
  1. Menyusun kompetensi dokter emergensi
  1. Memprakarsai program fellowship dan konsultan untuk spesialis KE
  1. Peningkatan kerja sama antara FKUB dengan institusi pendidikan lain/RS jejaring
  2. Penyusunan MoU dengan institusi pendidikan jejaring
  3. MoU antara FKUB dengan Departemen Anestesi dan Reanimasi RSDS
  1. Memperbaiki kerjasama antara FKUB dengan RSAL Dr Ramelan Surabaya
  1. MoU antara FKUB dengan RSOP Prof Dr Soehaso Solo
  1. Melaksanakan kegiatan koordinasi (visitasi dan supervisi )
  2. Visitasi ke RSAL Dr Ramelan Surabaya
  1. Visitasi ke RSOP Prof Dr Soeharso Solo