Emergency Medicine

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 27 January 2014 , oleh angga

Sejarah berdirinya Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Emergensidan upaya-upaya terkini  yang sudah dilakukan dalam rangka memperoleh pengakuan dari Konsil Kedokteran Indonesia.

Berdirinya  Program  Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Emergensi dimulai dengan terlaksananya kerjasama  UB  dengan  SIF  (Singapore International Foudation). Berawal dari kerjasama dengan  Rotary  Club  Malang,  maka pada Oktober  1997 organisasi SIF dengan tim spesialisnya, yang  mewakili disiplin Ilmu Kedokteran Emergensi berkunjung ke Fakultas Kedokteran  UB,  dimana mereka merupakan para pelopor dari perkembangan Ilmu Kedokteran Emergensi  di  Singapura.

Tim   spesialis terdiri dari gabungan tenaga ahli dari berbagai rumah sakit terkemuka seperti  Suresh  Pillaidari National University Hospital, Tham Kum Ying dari Tan Tock seng Hospital, Mark Leong  dari  SGH  yang  pada perkembangan selanjutnya memberi warna  yang berbeda bagi pelayanan/perawatan penderita emergensi dan sebagai ketua tim ditunjuk Prof. Anantharahman dengan tujuan utama untuk membentuk MTSC (Malang Trauma Service Center). Kerjasama ini berlangsung selama  lima  tahun dan setiap setengah tahun sekali mereka datang berkunjung ke  Malang,  sambil memberikan beberapa kursus, seperti Basic  Cardiac  Life  SupportBasic  Trauma  Life  Support,ECG  and Resuscitation  CourseTriage  Officer  CourseAmbulance  ProtocolTrauma Nursing Care. Selain itu mereka berupaya membangun system pelayanan trauma terpadu melalui pembentukan  Malang  Trauma  Service  Committee  yang  diketuai Dekan Fakultas Kedokteran  UB yaitu DR.  Dr.  M. Hidayat, SpBO,  dengan dewan penasihat Muspida Kodya  Malang,  Rektor  UB  Malang  dan sejumlah LSM.

Perkembangan selanjutnya, pada Agustus  1998  timbul pemikiran untuk tidak sekedar membentuk pusat trauma tetapi menjadi pusat pelayanan emergensi terpadu,  yaitu Emergency  Room. Dengan mengingat kasus trauma dan non trauma hamper berimbang proporsinya, maka untuk pertama kali, pada bulan Oktober 1999 MTSC mengirim 4 tenaga, dua dokter dan dua perawat selama sebulan untuk melihat langsung pelayanan emergensi  di  Singapore General  HospitalNational  University  HospitalTan  Tock  Seng  HospitalKandang Kerbau  Hospital dan harus mengikuti serangkaian kursus dan sar emergensi (fasepradik).

Upaya untuk mendirikan Emergency  Room  di  Malang terus dilakukan melalui serangkaian rapat  yang  dihadiri dan didukung penuh oleh disiplin ilmu terkait.  Pada tahun  2003  secara  ”resmi”  pendidikan Ilmu Kedokteran Emergensi dimulai dengan residen pertama adalah  dr. Ari  Prasetyadjati dan  dr. Antonius  Freddy.  Setiap setengah tahun pada saat tim spesialis itu berkunjung, sekaligus mereka mengevaluasi kemajuan yang sudah dicapai