Sejarah

 

Sejarah pendirian Program Studi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak

Ilmu Keshatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Pendahuluan.

Keinginan mendirikan Program Studi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis  (Prodi IPDS) Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (IKA FKUB), didorong oleh beberapa hal. Pertama, dari empat  Laboratorium / SMF (Lab/SMF)  yang dianggap utama yaitu: Ilmu Bedah, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kebidanan dan Kandungan, maka Ilmu Kesehatan Anak belum mempunyai atau membuka Prodi IPDS sendiri. Bahkan pada waktu itu Ilmu Kesehatan Mata serta Ilmu Telinga Hidung dan Tenggorokan lebih dulu membuka Prodi IPDS. Kedua, isyarat bahwa sudah waktunya Lab/SMF IKA FKUB membuka Prodi IPDSA dari Kolegium Ilmu Kesehatan Anak  (KIKA) Indonesia, dengan memohon bantuan pembinaan Bagian IKA Fakultas Kedokteran UNAIR. Isyarat sudah waktunya membuka IPDSA IKA FKUB selalu disarankan beberapa kali dalam Rapat KIKA waktu Kongres Nasional Ilmu Kesekatan Anak (KONIKA). Ketiga, kesanggupan secara aklamasi diantara Stap pengajar IKA FKUB untuk membuka Program Studi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (Prodi IPDSA) pada pertemuan di Hotel Tugu awal tahun 2005.

 

Periode Pembinaan 2005 – 2008

Yang mempelopori serta pencetus mendirikan Prodi IPDSA IKA FKUB adalah almarhum Dr Setya Budhy SpA(K) yang waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Lab/SMF IKA FKUB. Rekomendasi mendirikan IPDSA adalah Kolegium Ilmu Kesehatan Anak (KIKA) Indonesia dan disepakati yang dipercaya membina adalah IPDSA IKA Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Setelah diketahui/ disetujui: Rektor  UB, Dekan FKUB & Direktur RSSA, agar lebih punya kekuatan legal formal diterbitkan Piagam kerja sama yang ditanda tangani oleh Rektor Unair, Rektor Unibraw, Dekan FK Unair dan Dekan FK Unibraw.

Sebagai Kepala Departemen IKA FK Unair waktu itu adalah Prof.Bambang Permono dr, SpA(K), sedang waktu itu ketuanya IPDSA IKA FK Unair adalah Prof. Parwati S, dr, SpA(K) dengan sekretarisnya almarhum Dr.Widodo D SpA(K), beliau bertiga adalah tokoh yang harus dikenang karena amat besar jasanya pada awal pendirian IPDSA IKA FKUB.

Secara garis besar pembinaan dan bimbingan oleh  staf pengajar IPDSA IKA FKUNAIR dalam hal: Seleksi masuk, Proses belajar mengajar dan evaluasi PPDS, meningkatkan kuwalifikasi  6 divisi dari 13 divisi, melihat cara Evaluasi  Lokal  (EL) dan  Evaluasi Nasional (EN). Awalnya mahasiswa yang diterima sebagai  PPDS baru pendidikan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di FKUNAIR/ RSUD dr Soetomo selama 6 bulan  s/d 2008. Termasuk rotasi PPDS pada 6 divisi yang dianggap belum layak untuk rotasi pendidikan juga dilaksanakan di IPDSA IKA FK Unair.

Pada saat itu juga dilakukan pengiriman staf pengajar IKA FKUB ke IKA FK Unair, yang lamanya sekitar 6 bulan, tujuannya untuk meningkatkan kualifikasi agar dianggap mampu digunakan tempat rotasi pendidikan.

Agar jalannya proses pendidikan dan khususnya pelayanan penderita oleh PPDS IKA FKUB yang rotasi di Divisi yang diperkenankan lebih optimal, maka ditempatkan secara rutin 2 PPDS senior IKA FK Unair di Lab/ SMF IKA FKUB/ RSSA Malang.

Pada awal pendirian pembiayaan pendidikan serta guna melengkapi sarana pendidikan, disediakan oleh peserta pendidikan yang diterima, yang selanjutnya biaya pendidikan/SPP diatur dengan peraturan Rektor Unibraw.

Selain usaha pembinaan berjalan terus, maka secara periodic 6 bulan sekali, sebagai IPDS yang dalam pembinaan maka selalu mengirim laporan perkembangan (progress report) ke KIKAI/ dalam hal ini kepada Komisi IV (Pembinaan dan Pengembangan IPDSA baru).Laporan berisikan usaha peningkatan kualifikasi dan jumlah stap pengajar, kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan, sebagai prasyarat lain digunakan sebagai bahan pertimbangan dilepas sebagai IPDSA mandiri.

Dalam proses pembinaan selama 3 tahun tidak berlangsung mulus, bahwa disamping ada cerita suka maka tak lepas juga dari cerita duka, yang pernah menimpa. Cerita duka yang akan selalu dikenang sebagai berikut. Sebagai IPDSA yang baru, ada surat kaleng yang isinya laporan penyelewengan dana, yang surat tersebut dialamatkan ke Presiden RI, dengan tembusan beberapa menteri seperti antara lain Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Kehakiman dsb, dsb . Kita bersyukur bahwa kita didatangi dan diperiksa IRJEN Mendiknas untuk memeriksa kebenarannya dan tak terbukti.

Alhamdullilah ,maksud baik dan mulia dapat ridho dari ALLAH SWT yang akhirnya IPDSA IKA FKUB dilepas mandiri 2008.

Periode IPDSA IKA FKUB pasca dilepas sebagai IPDSA mandiri 2008

Pada bulan Juli 2008 mulai dirintis usaha dilepaskan sebagai IPDSA mandiri. Proses dilepaskan untuk jadi mandiri tidaklah sederhana. Ada tahapan dimulai dari keterangan sudah dianggap mampu mandiri dari Pembina IPDSA IKA FK Unair, kemudian dilakukan verifikasi dari Kolegium IKA dan utusan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), dimana utusan dari KKI waktu itu adalah Prof. Dr. Biran Affandi, dr, SpOGK. Selanjutnya KKI mengirimkan surat formal ke Mendiknas bahwa IPDSA IKA FKUB sudah mampu dilepas sebagai IPDSA mandiri.

Sehingga pada akhirnya Prodi IPDSA IKA FKUB/RSSA Malang resmi mandiri dengan diterbitkannya SK Dirjen DIKTI No surat 2123/D/T/2008 tentang: Ijin Penyelenggaraan  Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis 1 Ilmu Kesehatan Anak IKA FKUB. Meskipun sudah dilepaskan secara penuh, IPDSA IKA FKUB awalnya masih menggunakan Panduan Program Pendidikan Dokter Spesialis Anak (PPDSA) yang diadopsi dari panduan PPDSA IKA FK Unair.

Tak cukup dengan itu saja, sebagai IPDSA baru harus menyesuaikan dengan buku-buku pedoman  seperti Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis  diterbitkan KKI 2006, serta buku pedoman Standar Pendidikan  Profesi Dokter Spesialis Anak  diterbitkan oleh KIKA Indonesia 2007.

Pada dasarnya buku standar pendidikan profesi DSA diterbitkan KKI 2006 dan KIKA Indonesia 2007, memberi isarat lulusan IPDSA harus punya kemampuan akademis dan professional, sehingga selesai pendidikan bergelar Master/ Strata 2 (S2) dan Spesialis Anak (SpA/ Sp1). Sehingga begitu dilepas sebagai IPDSA mandiri, diusahakan agar maka lulusan angkatan pertama punya gelar ganda Master dan SpA. Pendekatan ke Program Program Pasca Sarjana /S2 Biomedik di FKUB yang sudah ada waktu itu, untuk menyusulkan peserta didik IPDSA IKA FKUB, mulai angkatan pertama bisa diterima sebagai peserta pendidikan S2 Biomedik, alhamdullilah diterima dengan baik, Untuk itu dilakukan penyesuaian bahwa angka kredit yang dicapai waktu MKDU 6 bulan di FKUnair/ Dr Soetomo Surabaya dapat diperhitungkan, sehingga tidak mulai dari awal sama sekali. Sudah tentu harus menambah materi yang diperlukan untuk membuat usulan penelitian, setelah disetujui melaksanakan peneliannya dan diakhiri dengan mempresentasikan hasil nya didepan penguji dari Pasca Sarjana FKUB dan Stap pengajar dari IKA FKUB, yang merupakan ujian tesisnya.

Bahkan sejak IPDSA IKA FKUB dilepas mandiri, yang sebelumnya semua angkatan yang diterima sebagai peserta IPDSA IKA FKUB pendidikan MKDU di IKA FK Unair Surabaya, sejak 2008 dan selanjutnya bagi peserta didik baru  dan seterusnya pendidikan MKDU dilaksanakan di Pasca Sarjana FKUB.

Usaha ternyata tak sia-sia, pada akhirnya sejak peserta didik angkatan pertama 6 orang lulus bergelar MKes, hal itu diikuti peserta didik berikutnya mempunyai gelar Master Biomedik.

Sedangkan untuk pendidikan profesi untuk mendapatkan gelar SpA tetap berjalan sebagaimana biasa, setelah memenuhi syarat peserta didik harus menempuh Evaluasi Lokal (EL) dengan penguji stap pengajar IKA FKUB. Setelah dinyatakan lulus EL maka dilakukan Evaluasi Nasional (EN) dengan penguji tambahan stap pengajar dari luar IKA FKUB yang ditunjuk oleh KIKA. Baik EL dan EN diselenggarakan di Lab/SMF IKA FKUB / RSSA.

Dan pada 2010 angkatan pertama sebanyak 6 peserta didik angkatan 2006, berhasil lulus dengan hasil yang menggembirakan, dari 6 peserta yang dapat gelar Mkes maka 4 cumlaud, dan 2 sangat memuaskan, sedang keseluruhan 6 peserta pada EL dan EN nilai A.

Pengembangan Staf pengajar juga mendapatkan perhatian dalam hal jumlah dan kualifikasi. Khususnya kualifikasi semua stap pengajar harus punya kualifikasi sebagai Spesialis Anak Konsultan (SpAK). Pada saat awal pembinaan hanya punya 5 SpAK, maka sekarang seluruh dari 11 Divisi sudah mempunyai SpAK, ditambah  ada 1 Guru Besar, 4 Doktor, dan 13 SpAK, dan pada saat ini ada 2 staf pengajar yang sudah Spesialis anak konsultan sedang mengambil program doktor (S3) di FKUB.

Dalam kemampuan mengajar semua staf yang belum pernah mengikuti Acta mengajar 5, harus mengikuti kursus pekerti Applied Approach (AA), yang selalu dilaksanakan bagi staf pengajar yang baru dilingkungan Universitas Brawijaya.

Kemampuan evaluasi peserta didik, maka staf pengajar juga mendapatkan pelatihan yang dilakukan oleh Tim dari KIKA Indonesia yang dipimpin oleh antara lain Prof Soetjiningsih dr,SpAK, Prof Taralan Tambunan dr.SpAK dan yang lainnya.

Dirasakan sulitnya menambah jumlah staf pengajar di IPDSA IKA FKUB meskipun sekarang jumlah sudah 22, sehingga masih memohon bantuan 4 staf pengajar yang sudah purna bakti, tetap dimohon menjadi staf pengajar Kontrak, staf pengajar tersebut antara lain: Prof DR HMS Chandra Kusuma dr, SpAK, DR Mardhani Yosoprawoto dr, SpAK, Sumakto dr, SpAK, Siti Lintang Kawuryan dr, SpAK, Suasana prihatin oleh karena alasan kesehatan Harry Yudono SpAK, dan Nurtjahyo Budi S dr, SpAK tak lagi bisa mengajar lagi.

Pada 2011 ada peninjauan dari KKI yang diutus untuk melihat  Implementasi pendidikan Prodi Pendidikan Dokter Spesialis 1 di lingkungan FKUB, dan yang ditunjuk untuk presentasi olek Dekan FKUB adalah Prodi IPDSA IKA FKUB, dan mendapatkan apresiasi bahwa pelaksanaan/ implementasi sesuai dengan buku Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis  diterbitkan KKI 2006 .

Pada tahun 2010 Merasa bahwa tempat yang digunakan untuk pendidikan peserta didik menempati ruangan yang dimiliki oleh Instalasi rawat inap IV (IRNA IV) yang bukan milik FK UB, maka dirintis usaha dengan mengusulkan gedung Pendidikan terpadu yang diambil dari SPP yang terkumpul dari peserta didik. Usaha tersebut akhirnya berhasil berdiri Gedung pendidikan terpadu (tahun 2012) yang digunakan juga buat kegiatan pendidikan mahasiswa kedokteran (S1).

Yang pada akhirnya gedung pendidikan terpadu tersebut diabadikan dengan nama gedung SETYA BUDHY guna mengenang jasa beliau.

Pada th.2012 prodi IPDSA FKUB yang merupakan tempat pendidikan yang ke 13 dari seluruh IPDSA di Indonesia, dan sebagai tempat pendidikan maka ada akreditasi yang dilakukan oleh tim dari KIKA Indonesia,pada waktu itu nilai akreditasi IKA FKUB mendapatkan nilai B (Sertifikat Akreditas Kolegium Ilmu Kesehatan Anak no.16/Kep/Kolegium-IKA/IV/2012).

Sampai bulan Juni 2015, PSPDS-1 IKA FKUB/RSSA Malang telah berhasil meluluskan 53 orang mahasiswa bergelar MKes/ MBiomed, SpA.

Dengan perjalanan waktu, staf pengajar IKA FKUB  berduka dengan wafatnya Nurtjahyo Budi S dr, SpAK pada tahun 2012. Almarhum sebenarnya sudah mencoba merintis pendirian IPDSA IKA FKUB, yang waktu itu almarhum sebagai Kepala Lab/SMf IKA FKUB/RSSA bersama Sumakto dr,SpA  pernah melakukan presentasi sebagai awal pendekatan di IKA FK Unair, hanya saja usaha itu belum berhasil. Yang seterusnya usaha mendirikan Prodi IKA FKUB dilanjutkan oleh almarhum  Setya Budhy SpAK dan berhasil membuka Prodi IKA FKUB sampai sekarang.

Satu tahun kemudian  (th 2013) kita berduka lebih dalam  dengan wafatnya Setya Budhy dr, SpAK. Seluruh staf pengajar IKA FKUB merasa kehilangan figur pemimpin yang memikirkan tak hanya kemajuan pendidikan IPDSA IKA FKUB saja, namun juga memperjuangkan legalitas para dokter diklinik yang statusnya Non DIKNAS. Begitu gigihnya almarhum berusaha dengan melalukan pendekatan ketingkat Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Penertiban Aparatur Negara, Kementerian Keuangan serta ke Sekretariat Negara. Jerih payah almarhum akhirnya berhasil para dokter spesialis yang aktif sebagai pendidik di Program Studi Spesialis, punya status legalitas formal sebagai pendidik klinik di Program studi Pendidikan Spesialis dilingkungan FKUB. Meskipun berhasil dalam memperjuangkan status pendidik klinik, almarhum dr Setya Budhy SpAK tidak terlihat sedikitpun merasa berjasa, apalagi minta dihormati sebagai mana layaknya jasa beliau, sungguh beliau benar-benar figur yang patut diteladani. Bahwa sebagai manusia belum tentu sempurna, bisa jadi ada yang senang pada beliau, tapi tak dipungkiri ada juga yang tak senang, bahkan membenci beliau.

Untuk itu  seluruh stap IKA FKUB berdoa bagi para pendahulu kita yang sudah dipanggil menghadap ALLAH SWT, mudah-mudahan  diampuni dosa-dosanya, semoga jasa dan pengorbanan dan amal ibadah almarhum berdua: dr Setya Budhy SpAK dan Nurtjahyo Budi S dr, SpAK, mendapat tempat disisiNYA. Aamiiin YRA.

Mengakhiri sejarah pendirian Prodi IKA FKUB diabadikan beberapa cuplikan foto dokumentasi sebagai bukti perjalanan sejarah, yang sejarah akan belangsung terus berkesinambungan sebagai kelanjutannya masa sekarang menuju kearah Prodi IPDSA IKA FKUB yang lebih baik.