Neurologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 13 March 2019 , oleh neuroppds

Standard Operating Procedure

Morning Report (MR) PPDS

PROGRAM STUDI NEUROLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

Universitas Brawijaya Malang 2017

LEMBAR IDENTIFIKASI

Nama Dokumen : SOP Morning Report (MR) PPDS
Kode Dokumen : UN10/F08/16/14/HK.01.02.a/001
Revisi : 1
Tanggal : (SK Dekan)
Diajukan oleh : Tim Monitoring dan Evaluasi

dr. Machlusil Husna, Sp.S

Dikendalikan oleh : Ketua Program Studi

dr. Eko Arisetijono, Sp.S (K)

Disahkan oleh : Dekan

Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes

DAFTAR ISI

LEMBAR IDENTIFIKASI i

DAFTAR ISI i

A.   Tujuan- 1

B.   Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait- 1

C.   Standar Mutu yang Terkait- 1

D.   Istilah dan Definisi 1

E.   Urutan Prosedur- 1

F.   Bagan Alir- 3

G.   Referensi 5

A.  Tujuan

Prosedur morning report disiapkan untuk memberi penjelasan kepada peserta didik, dosen dan tenaga administrasi di program studi pendidikan dokter spesialis prodi neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tentang tata cara pelaksanaan morning report.

B.  Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait

Prosedur persiapan Morning Report diterapkan pada Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.

C.  Standar Mutu yang Terkait

Standar Operasional Prosedur ini meliputi:

1. Tata cara Morning Report.

2. Media pelaporan.

3. Pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Morning Report.

D.  Istilah dan Definisi

Morning report adalah laporan dari kegiatan-kegiatan PPDS pada saat jam jaga termasuk penatalaksanaan pasien baru, kasus kematian, konsulan, komplain pasien rawat inap dan lain-lain, dan pada saat PPDS bertugas di Poliklinik.

 

Ketentuan Umum

 

  1. Kasus yang dilaporkan adalah kasus yang terjadi pada saat jaga ruangan-UGD/stase poli satu hari sebelumnya kecuali hari Jum’at dilaporkan di MR hari Senin dan hari Sabtu dilaporkan di MR hari Selasa.
  2. PPDS jaga menyampaikan resume laporan jaga melalui telepon, pagi hari sebelum morning report kepada supervisor jaga dan atau yang memimpin MR pada saat itu.
  3. PPDS poliklinik menyampaikan resume laporan stase polilklinik melalui telepon pada sore hari kepada supervisor yang memimpin MR besok hari
  4. PPDS jaga menanyakan waktu morning report kepada supervisor yang bertugas memimpin morning report dan mempersiapkan ruang morning report minimal setengah jam sebelum morning report dimulai.
  5. PPDS jaga dan poliklinik mempersiapkan laporan jaga dan membuat slide presentasi laporan jaga dengan lengkap.

E.  Urutan Prosedur

  1. Morning report sesi pertama diawali dengan doa yang dipimpin oleh PPDS laki-laki, dilanjutkan dengan membacakan Visi dan Misi Neurologi RSSA dimulai dari Chief jaga dilanjutkan dengan anggota tim jaga lainnya.
  2. Morning report sesi kedua, laporan kasus dari poliklinik, dilanjutkan tanya jawab, masukan dari chief dan supervisor serta diakhiri dengan kesimpulan dari supervisor.
  3. Morning report sesi ketiga diawali dengan laporan masing-masing chief ruangan, sesuai dengan pasien baru yang masuk saat jaga malam harinya tentang identitas pasien, diagnosis, dan terapi, serta kondisi pasien terbaru saat pagi hari sebelum morning report serta rencana selanjutnya.
  4. Resume laporan dari seluruh pasien yang ditangani pada saat jaga oleh PPDS jaga II.
  5. Laporan kasus yang sudah dipilih. Jaga IA/IB (tergantung kasus berasal dari ruangan mana) melaporkan mulai dari identitas pasien sampai dengan pemeriksaan fisik dan PPDS jaga II melanjukan laporan mulai dari diagnosis klinis sampai dengan pentalaksanaan.
  6. Kemudian dilanjutkan tanya jawab, masukan dari chief dan supervisor serta diakhiri dengan kesimpulan dari supervisor.
  7. Morning report selesai.
  8. Kasus wajib didokumentasikan secara digital dan dalam buku laporan kasus.

 

F.   Bagan Alir

<kegiatan/tahap prosedur>

 

 

 

Mulai

PPDS

Sesi 1: Pembacaan Doa, Visi dan Misi Neurologi RSSA

Durasi: 5 menit

 

PPDS

Sesi 2: Laporan Poliklinik

Durasi: 10 menit

PPDS dan Supervisor

Sesi Tanya jawab, masukan dari Chief dan Supervisor, rencana selanjutnya dan kesimpulan serta didokumentasikan secara simultan

Durasi: 30 menit

PPDS

Sesi 3: Laporan masing-masing chief ruangan sesuai pasien baru yang masuk

Durasi: 10 menit

A

 

A

PPDS

Laporan Kasus Ruangan

Durasi: 10 menit

 

PPDS & Supervisor

Sesi Tanya jawab, masukan dari Chief dan Supervisor, rencana selanjutnya dan kesimpulan serta didokumentasikan secara simultan

Durasi: 30 menit

Selesai

G.  Referensi

  1. Buku Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  2. Panduan Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  3. Manual Prosedur Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PSPDS) Neurologi Laboratorium/SMF Neurologi FKUB/RSSA Malang 2015.
  4. Buku Manual Prosedur Program Studi Neurologi FKUB Malang 2016.

 

Standard Operating Procedure

Jurnal Reading

PROGRAM STUDI NEUROLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

Universitas Brawijaya Malang 2017

LEMBAR IDENTIFIKASI

Nama Dokumen : SOP Jurnal Reading
Kode Dokumen : UN10/F08/16/14/HK.01.02.a/002
Revisi : 1
Tanggal : (SK Dekan)
Diajukan oleh : Tim Monitoring dan Evaluasi

dr. Machlusil Husna, Sp.S

Dikendalikan oleh : Ketua Program Studi

dr. Eko Arisetijono, Sp.S (K)

Disahkan oleh : Dekan

Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes

DAFTAR ISI

LEMBAR IDENTIFIKASI i

DAFTAR ISI i

A.   Tujuan- 1

B.   Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait- 1

C.   Standar Mutu yang Terkait- 1

D.   Istilah dan Definisi 1

E.   Urutan Prosedur- 1

F.   Bagan Alir- 2

G.   Referensi 3

A.  Tujuan

Prosedur jurnal reading disiapkan untuk memberi penjelasan kepada  peserta didik, dosen dan tenaga administrasi di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tentang tata cara pelaksanaan jurnal reading

B.  Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait

Standar Operasional Prosedur ini meliputi:

  1. Tata cara maju Journal Reading
  2. Media pelaporan
  3. Pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Journal Reading

C.  Standar Mutu yang Terkait

  1. Meningkatakan mutu lulusan PPDS PSPDSN FKUB-RSSA Malang
  2. Meningkatkan pengetahuan PPDS.
  3. Meningkatkan kemampuan PPDS dalam mencari referensi dan tata cara penulisan karya ilmiah.

D.  Istilah dan Definisi

Jurnal reading adalah karya ilmiah berupa kritisi jurnal tentang  salah satu topik ilmu neurologi yang dibuat oleh PPDS sebagai salah satu persyaratan kelulusan PPDS sesuai tingkatan pendidikan yang berjalan.

 

E.  Urutan Prosedur

Ketentuan Umum

  1. Jurnal reading harus sudah dipresentasikan sebelum ujian tingkat sesuai semester PPDS sebagai syarat untuk bisa mengikuti ujian naik tingkat
  2. Presentasi jurnal reading harus dihadiri oleh semua PPDS kecuali stase yang tidak bisa ditinggalkan dan supervisor pembimbing saja.
  3. Presentasi jurnal reading bisa diulang bila dianggap kurang oleh penguji.
  4. Waktu presentasi jurnal reading dan tanya jawab adalah 1 – 2 jam.

Pelaksanaan

  1. PPDS harus sudah mengajukan judul jurnal reading pada awal semester.
  2. PPDS mengajukan minimal 3 judul jurnal atau sesuai petunjuk dari supervisor pembimbing.
  3. Pembimbing memberikan persetujuan terhadap salah satu judul jurnal yang diajukan oleh PPDS atau mencari judul yang lain.
  4. PPDS selalu berkonsultasi dengan supervisor, minimal 3x untuk penulisan Jurnal Reading.
  5. Jurnal Reading dalam bentuk hardcopy full text dan slide yang sudah dikoreksi dan disetujui harus diserahkan kepada supervisor 3 hari sebelum jadwal maju presentasi yang ditentukan serta mengirimkan softcopy melalui e-Mail.
  6. Setelah presentasi jurnal reading dilanjutkan dengan pertanyaan dari PPDS.
  7. Pembimbing memberikan pertanyaan dan komentar terkait presentasi jurnal reading yang dipresentasikan oleh PPDS.
  8. Pembimbing memberikan penilaian sesuai dengan format penilaian yang sudah ada dan selanjutnya diserahkan ke KPS

F.   Bagan Alir

<kegiatan/tahap prosedur>

 

 

 

Mulai

PPDS

PPDS mengajukan minimal 3 judul jurnal reading ke pembimbing

Durasi: 1 hari

Pembimbing

Pembimbing menyetujui judul jurnal reading

Durasi: 1 hari

PPDS & Pembimbing

Konsultasi dengan pembimbing, minimal 3x konsultasi

Durasi: 1 bulan

PPDS

PPDS menyerahkan hardcopy fulltext, jurnal dan slide serta softcopy melalui e-Mail 3 hari sebelum jadwal maju yang telah ditentukan

Durasi: 1 hari

A

 

A

PPDS & Pembimbing

Presentasi jurnal reading sesuai jadwal diikuti diskusi

Durasi: 2 jam

Pembimbing

Pembimbing menyerahkan hasil penilaian kepada KPS

Durasi: 1 hari

Selesai

G.  Referensi

  1. Buku Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  2. Panduan Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  3. Manual Prosedur Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PSPDS) Neurologi Laboratorium/SMF Neurologi FKUB/RSSA Malang 2015.
  4. Buku Manual Prosedur Program Studi Neurologi FKUB Malang 2016.

 

Standard Operating Procedure

Laporan Kasus

PROGRAM STUDI NEUROLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN

Universitas Brawijaya Malang 2017

 

LEMBAR IDENTIFIKASI

Nama Dokumen : SOP Laporan Kasus
Kode Dokumen : UN10/F08/16/14/HK.01.02.a/004
Revisi : 1
Tanggal : (SK Dekan)
Diajukan oleh : Tim Monitoring dan Evaluasi

dr. Machlusil Husna, Sp.S

Dikendalikan oleh : Ketua Program Studi

dr. Eko Arisetijono, Sp.S (K)

Disahkan oleh : Dekan

Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes

DAFTAR ISI

LEMBAR IDENTIFIKASI i

DAFTAR ISI i

A.   Tujuan- 1

B.   Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait- 1

C.   Standar Mutu yang Terkait- 1

D.   Istilah dan Definisi 1

E.   Urutan Prosedur- 1

F.   Bagan Alir- 2

G.   Referensi 3

 

A.  Tujuan

Prosedur laporan kasus disiapkan untuk memberi penjelasan kepada  peserta didik, dosen dan tenaga administrasi di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tentang tata cara pelaksanaan laporan kasus.

B.  Ruang Lingkup dan Unit yang Terkait

Standar Operasional Prosedur ini meliputi:

  1. Tata cara maju Laporan Kasus.
  2. Media pelaporan.
  3. Pihak-pihak terkait yang bertanggungjawab atas pelaksanaan Laporan Kasus.

C.  Standar Mutu yang Terkait

  1. Meningkatkan mutu lulusan PSPDSN FKUB-RSSA Malang.
  2. Meningkatkan pengetahuan PPDS.
  3. Meningkatkan kemampuan PPDS dalam menangani kasus-kasus neurologi.

D.  Istilah dan Definisi

Laporan Kasus adalah karya ilmiah berupa studi kasus menarik yang ditangani  oleh PPDS sebagai salah satu persyaratan kelulusan PPDS sesuai tingkatan pendidikan yang berjalan.

E.  Urutan Prosedur

  1. Laporan kasus dilaksanakan 1 kali per orang per semester oleh semester 1, 2 dan 3 yang dilakukan sesuai jadwal yang disusun dan disahkan oleh KPS.
  2. PPDS harus sudah mengajukan judul laporan kasus segera setelah ditentukan waktu presentasi dan supervisor pembimbing oleh KPS.
  3. Pembimbing memberikan persetujuan terhadap judul kasus yang diajukan.
  4. PPDS selalu berkonsultasi dengan supervisor untuk penulisan laporan kasus.
  5. Laporan kasus dalam bentuk full text dan slide yang sudah dikoreksi dan disetujui harus diserahkan kepada supervisor 3 hari sebelum jadual maju presentasi yang ditentukan.
  6. Setelah pembacaan laporan kasus dilanjutkan dengan pertanyaan dari PPDS.
  7. Pembimbing memberikan pertanyaan dan komentar terkait presentasi laporan kasus yang dipresentasikan oleh PPDS.
  8. Pembimbing memberikan penilaian sesuai dengan format penilaian yang sudah ada.
  9. Laporan kasus wajib didokumentasikan secara digital dan dalam buku laporan kasus.

 

F.   Bagan Alir

<kegiatan/tahap prosedur>

 

 

 

Mulai

PPDS

PPDS mengajukan judul laporan kasus ke pembimbing

Durasi: 1 hari

Pembimbing

Pembimbing menyetujui judul laporan kasus

Durasi: 1 hari

PPDS & Pembimbing

Konsultasi dengan pembimbing disertai revisi fulltext dan presentasi

Durasi: 1 bulan

PPDS

PPDS menyerahkan fulltext dan slide 3 hari sebelum jadwal maju yang telah ditentukan

Durasi: 1 hari

A

 

 

A

PPDS & Pembimbing

Presentasi laporan kasus sesuai jadwal diikuti diskusi

Durasi: 2 jam

Pembimbing

Pembimbing menyerahkan hasil penilaian kepada KPS

Durasi: 1 hari

 

PPDS

Kasus didokumentasikan secara digital dan dalam buku laporan kasus Durasi: 15 menit

Selesai

G.  Referensi

  1. Buku Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  2. Panduan Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi.
  3. Manual Prosedur Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PSPDS) Neurologi Laboratorium/SMF Neurologi FKUB/RSSA Malang 2015.
  4. Buku Manual Prosedur Program Studi Neurologi FKUB Malang 2016.