Orthopaedi dan Traumatologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 27 Januari 2014 , oleh angga

Sasaran

Program studi orthopaedi & traumatologi sebagai bagian dari FKUB menyusun rebcana strategis sesuai dengan rencana strategis FKUB 2016 – 2020 yang menetapkan pencapaian daya saing international. Selain itu juga mengakomodasi sasaran dari organisasi profesi PABOI dan Kolegium untuk dapat bersaing pada era MEA 2016 dan global 2020.

Sasaran Program Studi pada akhir tahun 2020

Supaya Tujuan Perencanaan Strategis dapat diukur dan diamati dengan standar, parameter, dan indikator kinerja yang jelas, tujuan-tujuan di atas memerlukan penjabaran ke dalam Sasaran Strategis yang ingin dicapai dalam 5 tahun implementasi perencanaan atau menjadi dasar bagi tujuan-tujuan yang akan dicapai selanjutnya. Untuk itu, Sasaran Perencanaan Strategis dibagi dalam 3 kelompok utama:

  • Sasaran bidang akademik
  • Sasaran bidang manajemen
  • Sasaran bidang kerjasamaMasing-masing sasaran akan diterjemahkan dalam uraian sebagai berikut :

Sasaran Bidang Akademik

Pendidikan :

Adanya lulusan dokter spesialis orthopaedi dan traumatologi yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional. Kualitas lulusan mencerminkan kualitas program pendidikan dan kurikulum pendidikan yang diterapkan institusi dalam mencetak lulusannya.

Kualitas lulusan dapat diukur dengan diterimanya lulusan dan penempatan lulusan pada posisi strategis dalam pemerinahanan dibidang kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan.

Tersusun dan terselenggaranya kurikulum yang dinamis dan memenuhi relevansi pendidikan kedokteran dan kesehatan terkini. Kualitas kurikulum diukur berdasarkan outcome pendidikan berupa pengakuan kompetensi oleh Konsil Kedokteran Indonesia sebagai representasi masyarakat.

Meningkatnya kuantitas dan kualitas dosen pengelola seluruh kurikulum program studi baik dalam hal mutu akademik maupun dalam mutu kependidikannya. Peningkatan kuantitas dosen diukur dengan ratio dosen:peserta didik (residen) yang proporsional. Peningkatan mutu dosen diukur melalui peningkatan proporsi strata pendidikan akademik dan atau professional, serta pengakuan atas keterampilan kependidikannya melalui sertifikasi dosen dan standar-standar internasional pengajar.

Meningkatnya mutu proses Belajar Mengajar program studi menyangkut mutu perancangan, pembelajaran, dan evaluasi hasil belajarnya. Mutu Proses Belajar Mengajar diukur melalui kualitas output lulusan seperti Indeks Prestasi, jumlah lulusan, dan lama studi.

Meningkatnya kemampuanInstitusi Program Dokter Spesialis – Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk pemerataan dan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat.

Penelitian

Meningkatnya jumlah dan mutu penelitian yang ditandai dengan meningkatnya pemanfaatan hasil-hasil penelitian tepat guna untuk diaplikasikan pada pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat, meningkatnya karya ilmiah dan publikasi ilmiah pada tingkat nasional maupun internasional, serta meningkatnya perolehan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Pengabdian kepada Masyarakat

Meningkatnya jumlah dan mutu pengabdian kepada masyarakat baik dalam pendidikan maupun pelayanan kepada masyarakat di bidang orthopaedi dan traumatologi dan kesehatan.

Menjadi pelopor pemberdayaan kader kesehatan desa dalam penanganan kedaruratan orthopaedi dan traumatologi tingkat dasar.

Sasaran Manajemen

Organisasi / Kelembagaan

Tersusunnya Struktur Organisasi yang lebih otonom, efektif, efisien, dan produktif, yang dapat mewadahi penyelenggaraan fungsi program studi dengan optimal, serta mampu mencapai standar mutu ISO.
Terselenggaranya fungsi-fungsi manajemen/ tata kelola yang sehat, terbuka, kondusif, transparan, memiliki pencitraan publik yang kuat, dan akuntabel.

Manajemen Finansial
Berkembangnya kemampuan pengelolaan anggaran berbasis kinerja. Berkembangnya Sistim Finansial yang efisien disertai peningkatan kemampuan pendanaan mandiri.

Manajemen Sumberdaya Manusia
Meningkatnya Capacity Building dalam rangka penyehatan organisasi. Terselenggaranya pola pengembangan Sumber Daya Manusia yang mengacu pada Merit-Based Recruitment dan Reward-Punishment yang terukur dengan jujur dan objektif berdasarkan standar standar kinerja yang baku.

Manajemen Infrastruktur
Terciptanya Sistim Pengembangan Infrastruktur yang terpadu. Meningkatnya kemampuan pencitraan publik dan terselenggaranya Sistim Informasi dan Manajemen berbasis Teknologi Informasi.

Sasaran Kerjasama Insitusional

Terciptanya Kerjasama yang mampu dengan efektif mengoptimalkan networking dan resource sharing untuk pengembangan Jejaring Lahan Belajar bagi seluruh peserta didik. Berkembangnya Kerjasama dan Afilialisasi Dalam dan Luar Negeri, dalam rangka peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, di bidang pengembangan institusi, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat termasuk di dalamnya memperoleh donasi dalam pengembangannya.

Berkembangnya Kerjasama Luar Negeri dalam rangka pencitraan publik secara internasional, pencapaian standar-standar internasional pendidikan, pengembangan

cultural diversity sebagai bagian komunitas internasional (world citizen) dan pencapaian institusi Pendidikan orthopaedi dan taumatologi berstandar internasional khususnya di Asia.

 

GRAND STRATEGY & STRATEGI

Untuk hasil dari Evaluasi Diri serta untuk mencapai Tujuan -Tujuan yang dijabarkan dari Visi/Misi Program Studi, disusun Grand Strategy yang mendasari setiap strategi dalam melaksanakan kebijakan Program Studi melalui Program dan Kegiatannya, sebagai berikut :

  • Memperluas daya tampung dan melakukan diversifikasi pendidikan untuk mengembangkan upaya pemerataan dan perluasan akses pendidikan bidang kedokteran dan kesehatan
  • Meningkatkan mutu, relevansi, serta daya saing institusi dan lulusannya.
  • Mengembangkan seluruh sumberdaya dan sumberdana untuk mendukung rintisan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat terkini, bermutu, dan bertaraf internasional.
  • Melakukan reorganisasi, restrukturisasi, dan revitalisasi Organisasi dan Manajemen Program Studi dalam upaya mencapai Otonomi dengan standar mutu institusi, mutu sumberdaya manusia pengelola, dan mutu pengelolaan pendidikan kedokteran dan kesehatan yang terkemuka dan bertaraf internsional.
  • Meningkatkan Tata Kelola Program Studi menuju Good Governance dan Kapasitas Pengelolaan (Capacity Building) yang baik.
  • Memanfaatkan potensi eksternal melalui kerjasama berskala regional, nasional maupun internasional untuk mendukung pengembangan institusi, pendidikan, serta penelitian Program Studi.

Strategi

Untuk menyelenggarakan Program Studi melalui Program-Program Pengembangannya, Grand Strategy dijabarkan kedalam sejumlah strategi yang masing-masing memberi arah kepada implementasi setiap Kebijakan dalam pelaksanaan setiap Program Unit Kerja.

Strategi Bidang Akademik

Pengembangan Pendidikan

Untuk mengembangkan Relevansi Pendidikan perlu :

  • Disusun Program – Program Studi Pendidikan Spesialis yang dibutuhkan masyarakat dan negara. Kebutuhan ditetapkan melalui Need Assessment yang komprehensi agar Program Studi yang dibuka benar – benar sustainable dan akuntabel.
  • Dilakukan evaluasi, meta-evaluasi, dan pengembangan Kurikulum Pendidikan Program Studi secara terus menerus oleh unit khusus yang independen melibatkan unsur-unsur stakeholder.
  • Diperlukan upaya berkesinambungan untuk memelihara akuntabilitas program studi untuk meningkatkan dan mempertahankan akreditasi nasional masing-masing.
  • Standarisasi internasional pendidikan untuk mewujudkan Visi/Misi Program Studi dengan mengingat pendidikan adalah core business Fakultas.Untuk mengembangkan Mutu dan Daya Saing perlu :
  • Dirumuskan standar penjaminan mutu akademik secara terprogram sebagai parameter dan indikator yang harus dicapai.
  • Dilakukan monitoring dan evaluasi secara ajeg oleh unit khusus yang independen.
  • Dilakukan usaha intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan dan mempertahankan akreditasi Program Studi setinggi mungkin.
  • Mendorong Program Studi Program Studi untuk mampu mencapai 200 besar AsiaUntuk meningkatkan efektivitas Proses Belajar Mengajar, perlu :
  • Menumbuhkan atmosfir akademik yang kondusif bagi proses belajar mengajar.
  • Meningkatkan motivasi, ketrampilan belajar, dan pembekalan kecakapan hidup (life skill) untuk meningkatkan daya saing lulusan memasuki pasar kerja.Meningkatkan motivasi, kemampuan akademik, dan keterampilan kependidikan dosen dalam pembelajaran dan pembekalan kompetensi kepada lulusan.Untuk mengembangkan Pemerataan dan Perluasan Kesempatan Belajar, perlu:
  • Meningkatkan daya tampung program studi sesuai dengan berkembangnya kapasitas untuk memperluas akses bagi dokter umum.
  • Melakukan Diversifikasi Pendidikan untuk menyediakan alternatif pilihan bagi masyarakat untuk mengikuti pendidikan Program Studi.

Pengembangan Penelitian
Pengembangan penelitian dilakukan dengan :

  • Mengembangkan Payung Penelitian berbasis Biomedik
  • Link and Match dengan dunia industri dan agro-kompleks khususnya tanaman obat.
  • Mengembangkan riset unggulan bidang biomedik sebagai bagian mengembangkan diri menjadi sentra penelitian dan laboratorium rujukan biomedik.

Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan melalui 2 tema :

  • Pendidikan kepada Masyarakat, yang dimaksudkan memberikan pembelajaran ilmu dan keterampilan kepada masyarakat agar dengan ilmu dan keterampilan itu, masyarakat dapat memberdayakan diri dalam berbagai aspek yang tercakup dalam Program Studi.
  • Pelayanan kepada Masyarakat, yang dimaksudkan memberikan pelayanan langsung pada masyarakat, khususnya dalam aspek kuratif dan preventif.

Strategi Bidang Organisasi & Manajemen

PengembanganOrganisasi

Untuk meningkatkan status otonomi, diperlukan penyiapan infrastruktur pendukung otonomi.

Untuk meningkatkan otonomi pengelolaan diperlukan pemangkasan birokrasi, dan perumusan standar operasi pengukuran akuntabilitas kinerja unit-unit kerja di lingkungan Program Studi.

Diperlukan kebijakan dan langkah-langkah penyehatan organisasi melalui program-program dalam rangka capacity building dan Meritokrasi dalam tata kelola organisasi

Pengembangan Manajemen

Manajemen Sumberdaya Manusia

Untuk meningkatkan manajemen sumberdaya manusia, dibutuhkan :

  • Pola rekrutmen berbasis kemampuan / keahlian yang diperlukan (merit- based recruitment )
  • Pola promosi dan pembinaan karir bebasis kinerja (performance-based career development)
  • Pola penilaian kinerja yang jelas (akuntabilitas kinerja) 3.2.2.2.2 Manajemen FinansialUntuk meningkatkan manajemen finansial, diperlukan :
  • Reformasi kebijakan menyangkut sistim keuangan yang transparan dan akuntabel.
  • Sistim terintegrasi penganggaran, pendapatan, dan belanja.
  • Struktur pendanaan yang jelas menyangkut peningkatan kemampuan memperoleh Dana Hibah Kompetisi dan Block Grant, kejelasan struktur anggaran, dan pengembangan kemampuan pendanaan mandiri (revenue & income generating).Manajemen Infrastruktur
  • Seiring dengan bertambahnya jumlah residen, sebagai konsekuensi logis penyelenggaraan Grand Strategy, pemerataan dan perluasan akses pendidikan perlu dilakukan perluasan serta penambahan lahan infrastruktur jejaring dan lahan pendidikan.
  • Penggunaan anggaran untuk pengadaan infrastruktur, baik sarana maupun prasarana disesuaikan dengan program dan kegiatan yang ditunjangnya secara langsung.Manajemen Teknologi Informasi
  • Akselerasi pengembangan pendidikan dan penelitian dalam rangka pencapaian taraf internasional didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi oleh residen
  • Peningkatan efisiensi dan efektivitas manajemen Program Studi dibutuhkan pengembangan sistim informasi manajemen yang baik.

 Strategi Bidang Karesidenan dan Alumni

PengembanganKaresidenan

Meningkatkan Kemampuan penalaran dan kemampuan belajar residen dengan mengembangkan kegiatan kokurikuler untuk meningkatkan bimbingan cara belajar (Learning How to Learn), berbagai pelatihan keterampilan intelektual berbasis soft skill, dan kepenasehatan akademik.

Pengembangan minat dan kesejahteraan residen ditingkatkan melalui penataan kegiatan ekstrakurikuler dan pengalokasian dan atau pencarian dana untuk pemberian beasiswa serta pemenuhan kebutuhan sosial ekonomis lainnya. Mengatasi permasalahan non akademik yang dapat mengganggu studi residen diperlukanpeningkatanperan bimbingandankonseling.

Pengembangan Alumni

Bantuan pelatihan berbagai jenis keterampilan hidup (life skills), kewirausahaan (Entrepreneurship), dan pengembangan Job Placement Centre diperlukan untuk meningkatkan kesiapan alumni memasuki pasar kerja.
Pengembangan Program Studi akan lebih kontekstual dan relevan dengan mengembangkan komunikasi intensip dan kolegialitas untuk meningkatkan dan memanfaatkan peran alumni dalam memberikan umpan balik kepada almamaternya.

Strategi Bidang Kerjasama Insitusional

Suatu institusi dapat berkembang maksimal tidak hanya dengan mengandalkan kemampuan internal yang dimiliki melainkan juga dengan pemanfaatan kekuatan- kekuatan eksternal melalui kerjasama dan networking baik regional, nasional, maupun internasional. Untuk itu diperlukan strategi :

Kolaborasi

Meningkatkan kerjasama dengan Komunitas sebagai Partner dalam mengembangkan Jejaring Wahana Pendidikan.

Meningkatkan kerjasama dengan lembaga profesi untuk pengembangan soft- skill residen, dosen, dan tenagaadministrasi.

Meningkatkan Kerjasama networking untuk pengembangan Pendidikan dan Penelitian.
Meningkatkan Resource Sharing eksternal maupun internal.

Internasionalisasi

  • Mengembangkan Cultural Diversity untuk mengadaptasikan dosen/mahasiswa dari luar negeri atau dosen/mahasiswa lulusan Fakultas ke luar negeri.
  • Mengembangkan Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan berstandar internasional melalui kerjasama regional/internasional.