Orthopaedi dan Traumatologi

Program Pendidikan Dokter Spesialis FKUB
Ditulis pada 27 January 2014 , oleh angga

Sejarah Orthopaedi di Indonesia diawali pada masa perang kemerdekaan. Saat itu Prof. dr. R. Soeharso berupaya membantu korban-korban perang yang mengalami patah tulang ataupun kehilangan anggota gerak dengan membuat kaki/tangan palsu. Bersama Bapak Suroto, seorang teknisi, beliau mendirikan “bengkel kaki-tangan palsu”. Kemudian bengkel ini dikembangkan menjadi Pusat Rehabilitasi Solo yang dilengkapi dengan sarana pendidikan untuk paramedic rehabilitasi seperti sekolah perawat fisioterapi, perawat rehabilitasi (oleh Ibu Suroto), dan ortosis prosthesis (oleh Bapak Suroto). Selain Pusat Rehabilitasi, juga didirikan Rumah Sakit Lembaga Orhopaedi dan Prosthesis (LOP).

Karena pada masa itu belum ada program pendidikan Orthopaedi, untuk mendapatkan keahlian ilmu bedah ini, seorang staf dosen ahli bedah dari bagian dikirim untuk tugas belajar ke luar negeri, khusus dalam bedah orthopaedi. Pada tahun 1950an, FKUI mengirim dr. Soebiakto W ke Boston USA, dr Nagar Rasjid ke London-UK, dr Soelarto Reksoprodjo ke Paris-Perancis. Dari RSPAD Dr. Soejoto dikirim ke Walter Reed USA dan banyak staf RSPAD dikirim ke Kobe Jepang (dr Syamsul Ma’arif, dr Misban, dr Budiarso Sarwono, dr PT Simatupang dan dr Hara Marpaung).

Pada bulan September 1969, diadakan Kongres IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia) di Bandung. Prof. dr. Soeharso sebagai presiden IKABI memprakarsai berdirinya PABOI (Perkumpulan Ahli Bedah Orthopaedi Indonesia) pada tanggal 25 September 1969. Pada perkembangan selanjutnya, program studi Orthopaedi dibuka di UI, Unair, Unpad, dan Unhas.

Sejak tahun 1990an residen Orthopaedi dari FKUI,FK Unair dan FK Unhas menjalani stase di Malang dan terlibat dalam proses pendidikan dan pelayanan. Program studi pendidikan dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang didirikan pada tahun 2008. Sebelumnya, program studi bedah umum sudah berdiri selama hampir 20 tahun. Tiga dokter peserta pertama program studi ini merupakan alih program dari bedah umum dan langsung masuk di semester V, ditambah dengan tiga orang dokter baru yang diterima melalui seleksi penerimaan tes tulis dan wawancara. Pada tanggal 7-8 Juli 2008, diadakan proses visitasi oleh MKKI (Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia) di Hotel Tugu, Batu, Malang.

Tahun 1980/1981: bermula dari dr. M Hidayat sebagai Ahli bedah Orthopaedic pertama di Malang,  setelah menyelesaikan program pendidikan ortopedi di Universitas Kobe, Jepang dan Universitas Indonesia, Jakarta.

 

dr. M. Hidayat merupakan dosen dan ahli bedah di departemen bedah di Fakultas rumah sakit Kedokteran Universitas Brawijaya & Saiful Anwar

 

Tahun 1989: Pendidikan dan Pelayanan Ortopedi terus berkembang bersama dengan dr. Respati S. Dradjat, SpOT yang bergabung dengan dr. M Hidayat, SpB, SpOT

 

Tahun 1992: Pendidikan dan Pelayanan Ortopedi masih terus berkembang bersama dengan dr. Tjuk Risantoso, SpB, SpOT bergabung dengan dr. M Hidayat, SpB, SpOT dan dr. Respati S. Dradjat, SpOT

 

Rumah Sakit Saiful Anwar divisi Ortopedi & Traumatologi dimulai sebagai rumah sakit afiliasi untuk residen ortopedi dari Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin. Dr Luthfi Gatam sebagai residen pertama dari Universitas Indonesia (1995), dan dr. Azharudin sebagai residen pertama dari Universitas Airlangga (1996)

 

Setiap residen menjalani perputaran stase klinik di rumah sakit Saiful Anwar selama minimal 2 bulan dan bekerjasama dengan 3 universitas terus sampai sekarang

 

Ortopedi & Traumatologi divisi malang memulai  kesepakatan bersama dalam afiliasi pendidikan dengan Universitas Kobe

 

Dr. Edi Mustamsir (1997), dan dr. Istan Irsan Irmansyah (2003) memperkuat pendidikan dan pelayanan ortopedi, dan terus mengembangkan teknologi klinis di samping penelitian klinis.

 

Pada tahun 2007 – 2008, Pelayanan Divisi Ortopedi berkembang begitu  pesat pada saat itu. Prof. DR. dr. M. Hidayat, SpB, SpOT (K), Prof DR. dr Respati S. Dradjat, SpOT (K), dr Tjuk R, SpB, SpOT (K), DR. dr Edi Mustamsir, SpOT (K), dr Istan Irmansyah Irsan, SpOT (K) bersama dengan dr. Thomas Erwin C.J Huwae, SpOT (K) dan dr. Syaifullah Asmiragani, SpOT (K) kemudian memprakarsai sendiri terbentuknya Program Pendidikan Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi Universitari Braawijaya, Malang, dan “disahkan” oleh The Indonesian College of Orthopaedic & Traumatologi

 

Sejak kelahiran Program Pendidikan Ortopedi & Traumatologi di Universitas Brawijaya pada tahun 2008, bagian Pendidikan terus dikembangkan.

 

Dr. Panji Sananta, SpOT pada awal 2010 dan dr. Satria Pandu Persada Isma, SpOT pada akhir tahun 2010, dr. Agung Riyanto Budi, SpOT pada tahun 2012, dr. Krisna Yuarno Phatama, SpOT pada 2013, dan dr. Andhika Yudistira, SpOT pada tahun 2014 melengkapi kebutuhan di bagian pendidikan di Departemen Ortopedi & Traumatologi Universitas Brawajiaya

 

Alumni pertama Program Pendidikan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi Universitas Brawijaya adalah dr. Agung Riyanto Budi S, SpOT,. Hendra Mahardana, SpOT, dr. Satriyo Aji, SpOT dan dr. Aris Jati M, SpOT